Review : Sushi Miya8i Tebet

Sushi adalah salah satu makanan khas dari negeri sakura Jepang. Makanan ini terbuat dari nasi yang dibungkus nori(rumput laut) dan ikan mentah dengan bumbu khas jepang juga,salah satunya adalah cuka beras yang disebut mirin.

Dari beberapa artikel yang saya baca, mirin termasuk dalam jenis khamr; yang dalam agama islam adalah minuman haram.
Oleh sebab itu, meski dulunya saya adalah penggemar berat sushi – saya menghentikan mengkonsumsi sushi setelah mengetahui hal tersebut. Sudah sekitar 2 tahun saya tidak mengkonsumsi makanan ini, namun timbul rasa rindu ingin menikmati makanan ini lagi, maka dari itu saya mencari tahu dimana ada restoran sushi yang tidak menggunakan alkohol dan bahan2 yang diharamkan oleh agama saya. Saya akhirnya menemukan Sushi Miya8i yang dimiliki oleh artis2 ternama seperti Teuku Wisnu,Cristian Sugiono,dkk yang mengclaim bahwa sushi mereka halal karena tidak menggunakan mirin.
Setelah browsing sana-sini akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya beberapa waktu lalu. Ini dia sedikit review dari saya untuk Sushi Miya8i.

Disini saya mengambil Sushi Tei sebagai perbandingan karena dulu saya pelanggan Sushi Tei. Dan menu yang saya review disini hanya menu Sushinya saja, karena menu yang lain belum saya coba. Dan resto yang saya review adalah yang berlokasi di Tebet ya😉

Rasa

Untuk rasanya, cukup enak. Hampir sama rasanya dengan sushi sekelas Sushi Tei.
Hanya saja, untuk washabinya kurang pedas. Jadi harus memasukkan banyak washabi untuk mendapatkan sensasi pedasnya.

Bentuk/Tampilan

Cukup rapih/menarik tapi tentunya tidak sebagus tampilan sushi tei yang selalu terlihat wah dan menggoda😆

Variasi Menu

Untuk variasi menu sushi, kurang banyak… Tidak ada menu besar dengan variasi isi yang berbeda. Rata-rata jenis menu berdasarkan jenis ikannya. Jadi satu menu isinya satu jenis. Ada yang rainbow, tapi ikannya hanya 2 jenis (klw ga salah ya) yg lainnya di isi dengan buah. Tadinya saya berharap rainbow sushi isinya salmon,telur ikan,udang,dan ikan2 lainnya yg namanya saya ga tau😛 (saya kurang suka sushi buah, hehee) tapi karena tidak sesuai harapan.,akhirnya hanya pesan yang salmon saja🙂

Tempat

Untuk tempatnya cukup bagus, hanya saja kebersihan tempatnya kurang.

Harga:
Sangat terjangkau. Satu posri sushi 6 piece 29.000 kalau saya tidak salah ingat. murah bukan?😉

Pelayanan:
Terlalu ramai, maksudnya penyambutan tamunya agak berlebihan sehingga membuat tamu merasa kurang nyaman(terutama saya yah yang lebih menyukai penyambutan yang lemah lembut saja😀 )

Di Sushi Tei juga ramai, tapi mungkin karena tempatnya besar, sehingga tidak terlalu terasa “ramainya”

Kesimpulan :

Secara keseluruhan cukup ok ya, mengingat baru ini resto sushi yang halal (meskipun baru claim dari para ownernya saja,belum ada ijin MUI-nya).

Saran :

Menurut saya, resto sushi halal itu tidak harus identik dengan murah. Hasil pengamatan saya dulu, banyak sekali pengunjung resto Sushi adalah muslim.

Jangan sok tahu deehh!! Hehe gak dong, saya tahu karena yang datang pakai kerudung😛
Jadi, meskipun ada resto sushi halal yang buka dengan harga bersaing dengan resto sushi sekelas sushi tei, saya rasa tetap akan survive dan berkembang selama rasa,tempat dan pelayanannya juga ok, karena melihat prospek penduduk Jakarta dan sekitarnya yang kurang lebih 80% adalah muslim😀

Jadi, untuk resto Miya8i (mudah2an deretan managementnya baca review saya ya :lol:) saran saya adalah peningkatan mutu (dalam semua aspek, untuk saat ini karena belum ada saingan yang utama adalah kebersihan tempatnya.
Yang kedua adalah rasa dan pelayanan. Jangan terlalu over menyambut tamu, karena tempatnya mungil. Jadi kesannya malah seperti dipasar, itu aja sih sarannya.

Mudah2an nanti pas datang lagi (rencana dalam waktu dekat ini) Sushi Miya8i sudah jadi lebih baik🙂 hmmmm ngileerrrrr……………!!!!!!!!!

Maaf kalau ada pihak yang kurang berkenan dengan review saya, tapi ini hanyalah pendapat pribadi saja sebagai muslimah penggemar sushi.. Tidak ada maksud untuk menjatuhkan atau niat buruk lainnya. Ini hanya bersifat informasi bagi yang membutuhkan info mengenai resto sushi halal dan dengan harapan resto yang saya review bisa meningkatkan kualitasnya🙂 Insyaallah saya akan sering berkunjung kalau ada kesempatan (maklum rumah saya jauuuhhh dari lokasi😦 )

13 thoughts on “Review : Sushi Miya8i Tebet

    • Salam kenal juga🙂
      Heheee gak juga… Dulu saya cari info soal sushi halal mendapat banyak kendala. Mulai dari dikatakan sok alim, hingga disuruh makan lemper aja kalau takut makan ini itu😦 maklum, banyak yang belum tahu kalau sushi bumbunya mengandung alkohol(khamr). Jadi banyak yang memilih bersikap sinis dan rasis kalau ada yang bertanya masalah sushi halal🙂

      Tapi alhamdulillah sudah ketemu, jadi mudah2an review saya dapat membantu buat ornag-2 yang sama seperti saya :D:

  1. Salam kenal mba,
    Sumbernya cukup bisa dipercaya kah mba? Maksudnya yang kasih statement-nya?
    Udah lama jg ga makan sushi dan kebetulan sushi miya8i ini deket banget, hampir tiap hari lewat dan cuma bisa melirik krn ga yakin statusnya😀.
    Apalagi deket rumahku ada 4 resto sushi, sushi ya, umaku, sushi box dan sushi miya8i, semuanya udah terpaksa ditinggalkan hehehe
    Thanks ya

  2. Hai salam kenal :’)
    Iya bener di Sushi Miya8i (khususnya Tebet, soalnya saya cuma pernah yang ke Tebet) tidak pake sake/mirin atau apalah itu, saya bertanya sendiri ke palayannya, jadi insya Allah aman🙂

  3. Sekadar nambahin opsi aja, sekarang juga ada angkringan sushi namanya Zushioda, bisa search google utk cari review, lokasi & harganya. Menurut pemiliknya sih halal tuh. Oh iya, harganya juga terjangkau lho.

    *Penasaran sama miya8i, tapi belum keturutan. Salam kenal ya mbak..

  4. Menurut saya, seharusnya pemilik Sushi Miya8i segera mendaftarkan kehalalannya ke MUI untuk diklarifikasi agar ummat Islam dapat menikmati makanannya dengan tenang.
    Selama belum ada sertifikasi Halal MUI, walaupun pemiliknya mengatakan halal, hal ini masih meragukan (syubhat) sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari shahabat Abu Abdillah An-Nu’man bin Basyir, bahwa Rasulullah SAW berkata:
    “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara yang masih samar (syubhat). Barangsiapa menjaga diri dari perkara yang syubhat itu maka ia telah menjaga diri dan agamanya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari-Muslim)
    Wallahu a’lam…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s