Ketika Cinta Membutakan Hati

Ibu adalah pelindung bagi anak-anaknya,pemberi kasih sayang yang penuh dengan kelembutan dan perhatian.

Ibu adalah tempat bersandar dan berkeluh kesah bagi anak-anaknya, tempat menangis dan juga tertawa.

Ibu bagaikan malaikat kecil yang senantiasa membimbing anak-anaknya ke jalan yang benar.

Ibu bagaikan bidadari yang senantiasa menebar senyum pada anak-anaknya, memberikan kesejukan yang tak terhingga…

Tapi……..

Apa jadinya jika cinta seorang ibu telah membutakan mata hatinya? hingga ia tak mampu melihat mana yang benar dan mana yang salah?

Apa yang akan terjadi apabila seorang ibu telah pilih kasih dalam membagi cintanya terhadap anak-anaknya?

Apa yang akan terjadi jika seorang ibu tidak mengenal anak-anaknya dengan baik dan tidak bisa mengatakan mana anaknya yang memiliki sifat baik dan memiliki sifat buruk?

Jawabnya adalah kehancuran.

Kehancuran bagi anak-anaknya. Baik yang ia pilih untuk ia kasihi hingga tak perduli si anak melakukan kesalahan atau tidak,tidak perduli apakah si anak sedang menuju ke jalan sesat,tidak perduli… dan kehancuran bagi anak lain yang ia abaikan, anak yang tidak ia kasihi, anak yang tidak ia hiraukan apakah si anak baik hati atau tidak, tidak perduli apakah si anak sangat menderita dengan perlakuannya atau tidak,tidak perduli apakah si anak merasa terkucilkan atau tidak….

Jalan yang telah Ibu pilih untuk anak-anaknya adalah….Kehancuran.

Seandainya seorang ibu mampu bersikap bijaksana, mampu menyembunyikan kasihnya yang berlebih pada salah satu atau beberapa anaknya didepan anak-anak yang lain dan bersikap adil…

Seandainya seorang ibu mau mengasuh anak-anaknya dengan baik dan memahami sifat masing-masing anaknya….

Tentu seorang ibu akan berfikir 2,3,4…10 kali sebelum menjatuhkan penilaian atas perbuatan si anak…tak perduli dia yang lebih dikasihi atau dia yang tidak dikasihi….

Andai saja dia tahu…bahwa dia telah menyiapkan jurang kehancuran bagi anak-anaknya, tentu dia akan menghentikan langkahnya secepat yang dia bisa.

Andai saja dia tahu…bahwa dia telah menggiring anaknya yang tersayang ke lembah penuh duri yang tajam dan gurun pasir yang tandus, yang akan membawa mereka pada ketidakpastian dan tersesat… dia pasti akan mencoba sekuat tenaga dan berlari untuk mencegahnya mengambil jalan itu…

Andai saja dia tahu bahwa anak yang ia abaikan dan ia sakiti adalah anak yang paling menyayanginya…paling mengkhawatirkannya,paling perduli padanya…dia pasti akan menyesal dan menangis tak henti-henti hingga tak ada lagi air mata yang tersisa…

Andai saja dia mau mendengar dan berhenti menyalahkan setiap orang yang mencoba membantu anak-anaknya agar menjadi lebih baik…andai saja dia mau sedikit menerima bahwa anak yang sangat dia kasihi telah melakukan kesalahan dan andai dia mau menjatuhkan hukuman pada anaknya yang terkasih…

Andai saja dia tahu bahwa anaknya yang terkasih telah mencoba mengadu domba keluarganya,mencoba memecah belah keluarga dan saudara-saudaranya…karena dia tidak mau tersaingi,karena dia tidak mau ada yang menghujatnya ketika dia salah,karena dia tidak mau berhenti berbuat sesuka hati,karena dia tidak suka diperintah….semua itu karena dia percaya akan ada Ibu yang akan selalu membelanya dan melindunginya dari orang-orang yang menuntut keadilan atas perbuatannya…

Semoga dia mau mendengar dan berfikir….dan menyadarinya sebelum semuanya terlambat…karena semua akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya, karena semua akan hilang, karena semua akan kembali kepada Sang Pencipta, karena cinta diciptakan untuk kebaikan….bukan untuk keburukan dan kehancuran….

Renungkanlah……