Semakin hari saya semakin tidak mengerti kemana arah tujuan dari pendidikan orang tua dan agama terhadap anak-anak generasi penerus bangsa.Setiap hari pengetahuan saya akan kebobrokan ajaran dari lingkungan yang paling kecil yaitu rumah semakin banyak saya lihat.
Contohnya beberapa menit yang lalu, ada bapak,ibu dan 1 anak perempuan usia 7-8 tahun dan 1 anak laki-laki usia 4-5 tahun, mereka menggunakan jasa warnet ditempat saya.
Beberapa menit berselang, si anak perempuan mengajak adiknya keluar dan samar-samar terdengar si anak perempuan mengucapkan “ayo dek, mau kencing gak?”
saya penasaran, lalu saya keluar dan ternyata si anak laki-laki sedang kencing di depan warnet! Saya pun langusng menegurnya, dan mengatakan bahwa itu tidak boleh,tidak boleh kencing sembarangan! Disini disediakan toilet.
Saya mau marah tapi mereka punya orang tua yang lebih berhak mendidik mereka. Namun pada kenyataannya mereka justru mengijinkan bahkan mengajarkan hal-hal seperti itu. Yang saya tidak mengerti, mengapa banyak orang yang terlihat alim, tapi justru kelakukannya jauh dari ajaran gaya hidup seorang Muslim. Sungguh sedih hati ini karena tidak dapat berbuat apa-apa…
Bukan maksud saya menjelekkan siapa pun, saya hanya sangat sangat prihatin dengan kelakuan para manusia yang berlindung dibalik tameng kepalsuan yang justru hanya akan dan telah mencoreng nama agama Islam dan kaum muslim itu sendiri.
Contoh lainnya ketika saya melakukan perjalan ke Padang, di tengah perjalanan kami berhenti untuk berbuka puasa dan setelah berbuka saya berniat mengambil wudu di belakang masjid. Ketika saya menggosok gigi, datanglah seorang ibu yang memakai jilbab dan 4 orang anak perempuan yang usianya kira-kira 6-8 tahun. Si ibu menuju kamar kecil diujung, tapi entah mengapa dia kembali lagi dan menyuruh anaknya kencing di samping saya sambil berkata kepada anaknya : “ini bukan tempat wudu, ini tempat kencing!” yang NOTA BENE ADALAH TEMPAT WUDU!
saya sungguh terkejut, tapi saya tidak berani menegur ibu itu, saya hanya memandangnya dan pindah ke kran wudu yang lain yang berjauhan dari tempat ibu itu menyuruh anak-anaknya kencing disana. Setelah anak-anaknya kencing, anak-anak itu akan mengambil wudu ditempat yang sama namun si ibu buru-buru berkata : “jangan disitu, itu bekas kencing!”
Wewwwww saya menarik nafas sambil tersenyum geli + prihatin (gimana yah senyum geli + prihatin??!!)
Ada-ada saja kelakuan manusia….
Contoh lain lagi adalah seorang laki-laki yang sering datang ke warnet dengan gaya alim, berjengggot dikit, celana agak menggantung. Setiap datang yang dibuka adalah film xxx. Awalnya saya pikir mungkin dia bukan orang yang mengerti agama. Tapi pemikiran saya salah, setelah sekian lama dia sering datang, saya sering mendengar percakapan laki-laki itu ketika dia menerima telpon. Ternyata dia salah satu anggota ornagisasi Islam dan juga seorang guru!!!!
Tambah jantungan nih saya kalau seperti ini…hampir setiap hari saya menyaksikan kelakuan manusia yang sungguh diluar dugaan.
NB: ketika saya menulis tulisan ini, bukan berarti saya menganggap diri saya lebih baik. Saya juga sedang dalam tahap belajar. Dan dari yang saya pelajari, dan menurut saya paling penting adalah JUJUR. Jujur artinya tidak suka membohongi atau menipu. Baik menipu diri sendiri maupun orang lain. Apalagi Menipu sang Maha Pencipta!!!
Tapi inilah realita yang saya temukan dalam kehidupan nyata…fakta yang sungguh menyedihkan.
Apa jadinya bangsa kita ini jika dari awal saja sudah diberi pendidikan yang salah?? Well, meskipun hanya hal sederhana yaitu pipis! Tapi tidak akan menjadi sederhana lagi kalau sampai lingkungan tempat kita tinggal nantinya memiliki aroma khas setiap hari :LOL:
Semoga mereka akan segera menyadari kesalahan dan ketidaktahuan mereka. Amin!!